GELAR KARYA P5 SMA DARUT TAQWA, MOMENTUM UNTUK TUMBUHKAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA
Gambar : Pemandu acara oleh Abioso Group
Jumat (25/01/23), SMA Darut Taqwa Purwosari Sebagai Sekolah Penggerak telah melaksanakan kegiatan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema: KEARIFAN LOKAL kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan dengan menghadirkan seluruh siswa dan wali murid kelas X. Gelar karya ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengapresiasi bakat dan potensi yang ada dalam diri siswa dalam bentuk pameran lukisan, produk dan pagelaran seni. Gelar karya ini merupakan pengembangkan potensi siswa dalam membentuk karakter pelajar Pancasila dengan mengitegrasikan 6 dimensi profil pelajar Pancasila yang meliputi 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5) Bernalar kritis; 6) Kreatif. Bersamaan dengan kegiatan ini juga dilaksanakan kegiatan pembagian raport semester gasal.
Gelar karya dimulai dengan ceremonial pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SMADA, Sambutan Kepala Sekolah dan Do’a. Dalam sambutan beliau bapak Kepala Sekolah Lutfi S. Pd. I, S.E, M.M menuturkan bahwa SMA Darut Taqwa Purwosari merupakan sekolah yang lolos sebagai sekolah penggerak sehingga dalam penerapan kurikulum merdeka atau kurikulum terbaru, SMADA mendapat suppot dari pemerintah pusat baik dalm bentuk narasumber/pendampingan maupun dana kinerja. Sehingga tidak perlu diragukan lagi dalam proses pelaksanaan kurikulum merdeka terjadi miskonsepsi dalam penerapannya. Tiga hal yang membedakan kurikulum merdeka dengan kurikulum sebelumnnya yaitu adanya projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan alokasi 13 jam perminggu, kedua adanya model pembelajaran berdiferensiasi pada siswa, yaitu pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.
Dilanjutkan dengan prosesi gelar karya dari hasil pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Fase E dengan tema “Kearifan Lokal” pada kelas sepuluh. Hasil yang ditampilkan ada berbagai jenis tampilan dan pameran. Tampilan meliputi musik siswa, tarian, dan drama kolosal. Pameran meliputi poster, miniatur, dan lukisan siswa.
Menurut Bapak Nur Zuhri Fauzi M. Pd selaku ketua Fasilitator projek penguatan profil pelajar pancasila, kegiatan ini merupakan laporan dari hasil berporses siswa selama pembelajaran projek. Dalam pembelajaran ini yang ditekankan adalah proses siswa selama melaksanakan mengamati, identifikasi, sampai mengaplikasikan kepada bentuk sebuah karya nantinya. Dengan demikian siswa akan lebih menghargai proses dan tidak lagi menuntut hasil dalam sebuah pembelajaran.

